Sekali lagi kader Foristek unjuk gigi. Saat ini ada 2 prestasi gemilang yang diciptakan kader Foristek. Oon Erixno dan Efriadi Z yang berasal dari jurusan elektro angkatan 2003 mewakili Unand sebagai salah satu peserta Kontes Robot Cerdas Indonesia yang kini sedang memasuki tahap kedua yang akan diselenggarakan di Politeknik Riau. Satu lagi kader Foristek yang “unjuk gigi” yaitu Dean Coreo yang berhasil meraih juara 1 pada LKTM tingkat Unand beberapa hari yang lalu dan berhak mewakili Unand pada seleksi tingkat regional.

Ternyata memang tidak bisa dipandang sebelah mata kader-kader Foristek, unjuk diri dan unjuk gigi untuk menjadi yang cukup diperhitungkan di Fakultas Teknik Unand. Dengan kader-kader yang mampu dan siap, tampil untuk menjadi baik dan lebih baik. KEmbali lagi, ternyata itu tidak hanya “isapan jempol” semata.

Ayo siapa lagi yang akan menyusul?????

Perhelatan akbar di Kampus Unand kembali akan di gelar. Tepatnya pada hari ini, Rabu 23 April 2008 akan dilaksanakan Pemilihan Raya Badan Eksekutif Mahasiswa KM Unand yang akan memimpin BEM KM periode mendatang. Walaupun kurang terlihat booming-nya Pemira, namun pertarungan dari para calon yang maju sebagai capres telah nampak bahkan sebelum masa kampanye dimulai. Tiga calon yang maju sebagai calon presiden BEM KM Unand yaitu :

1. Febryadi Z dari Fakultas Teknik Angkatan 2003

2. Khalid Akbar dari Fakultas Hukum Angkatan 2005

3. Hanif Dwi Putra dari Fakultas Hukum Angkatan 2004

Tiga generasi yang maju sebagai calon presiden dari tiga angkatan berbeda. Memilih mana yang layak untuk memimpin KM Unand kedepannya.

Selain memilih Presiden, pemira kali ini juga akan memilih para wakil “RAKYAT” yang akan duduk di parlemen. MPM Atau Majelis Perwakilan Mahasiswa yang merupakan wakil dari masing-masing fakultas juga akan ditentukan hari ini.

Tentunya Pemira kali ini diharapkan dapat membawa perubahan dan reformasi yang mendasar terhadap dunia kemahasiswaan di Unand. Harapan terhadap BEM KM yang tentunya bisa menyuarakan kondisi “RIIL” dunia kemahasiswaan dan kehidupan pendidikan di Unand yang “serba sulit”.  Tidak hanya sebatas berorganisasi belaka saja, melainkan juga bisa membawa perubahan yang diharapkan. Ada seberkas harapan dan tumpuan terhadap BEM KM yang bisa menyuarakan aspirasi mahasiswa dan rakyat Indonesia.

PEMIRA BEM KM UNAND.

Pilihlah sesuai dengan Nurani.

Kisah Dua Manusia Super Ibukota tanpa disadari terkadang sikap apatis
menyertai saat langkah kaki mengarungi untuk mencoba menaklukan
ibukota negeri ini.

Semoga kita selalu diingatkan, sekedar berbagi cerita di forum orang -
orang super dalam keindahan hari ini.

Siang itu 13 Pebruari 2008, tanpa sengaja saya bertemu dua manusia
super. Mereka makhluk – makhluk kecil, kurus, kumal berbasuh
keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberagan Harmoni, dua sosok
kecil berumur kira – kira delapan dan sepuluh tahun menjajakan tissue
dengan wadah kantong plastik hitam.

Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di
ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya
mengangkat tangan lebar – lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan
sopannya oleh mereka dengan ucapan “Terima kasih Om…!”

Dan saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka
sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka. Kaki – kaki kecil
mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan, menyapa seorang laki -
laik lain itupun menolak dgn gaya yang sama dgn saya, lagi – lagi
sayup – sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil
mereka, kantong hitam tempat stock tissue daganggan mereka tetap
teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta.

Saya melewatinya dengan lirikan ke arah dalam kantong itu, dua
pertiganya terisi tissue putih berbalut plastik transparan. Setengah
jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka
tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka
terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayut di
langit Jakarta.

“Terima kasih ya Mbak, semuanya dua ribu lima ratus rupiah!” tukas
mereka, tak lama si wanita meronggoh tasnya dan mengeluarkan uang
sejumlah sepuluh ribu rupiah.

“Maaf, ngak ada kembaliaanya. .. ada uang pas nggak Mbak?” mereka
menyodorkan kembali uang tersebut, si Mbak menggeleng, lalu dengan
sigapnya anak yang bertubuh lebih besar menghampiri saya yang tengah
mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.

“Om boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan…? suaranya
mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit
terhenyak saya merongoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa
kembalian Food Court sebesar empat ribu rupiah.

“Nggak punya, tungkas saya…!” lalu tak lama si wanita
berkata “Ambil saja kembaliannya, dik…!” sambil berbalik badan dan
meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.

Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan
menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakannya
kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita
tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi.

Si wanita kaget setengah berteriak ia bilang “Sudah buat kamu saja,
gak apa – apa ambil saja…!” namum mereka berkeras mengembalikan
uang tersebut.

“Maaf Mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya
kembalikan.. !” Akhirnya uang itu diterima si wanita tersebut karena
si kecil pergi meninggalkannya.

Tinggallah episode saya dan mereka, uang sepuluh ribu di genggam saya
tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan
berujar “Om.. tunggu ya, saya kebawah dulu untuk tukar uang ke tukang
ojek..!”.

“Eeeeh.. nggak usah… nggak usah… biar aja…, nih…!” saya kasih
uang itu ke si kecil, ia menerimanya tapi terus berlari ke bawah
jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang
ojek.

Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak
satunya, “Nanti dulu om, biar ditukar dulu… sebentar”.

“Nggak apa – apa…, itu buat kalian” lanjut saya.

“Jangan… jangan om, itu uang om sama Mbak yang tadi juga” anak Itu
bersikeras.

“Sudah nggak apa – apa…. saya ikhlas, Mbak tadi juga pasti ikhlas!”
saya berusaha menghalangi, namum ia menghalangi saya sejenak dan
berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera
cepat, secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan
berlari ke arah saya.

“Ini deh Om …. kalau kelamaan, maaf ya…” ia memberikan saya 8
pack tissue.

“Lho buat apa…?” saya terbenggong. .

“Habis teman saya lama sich Om.. maaf tukar pakai tissue aja dulu”

Walau dikembalikan ia tetap menolak. Saya tatap wajahnya, perasaan
bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh
menutup rapat tas plastik hitam tissuenya.

Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali
dengan genggaman uang receh sepuluh ribu dan mengambil tissue dari
tangan saya serta memberikan uang empat ribuan.

“Terima kasih Om…!” mereka kembali ke ujung jembatan sambil sayup -
sayup terdengar percakapan.. ..”Duit Mbak tadi bagaimana ya..?” suara
kecil yang lain menyahut “Lu hafal kan orangnya, kali aja kita ketemu
lagi ntar kita berikan uangnya”

Percakapan itu sayup – sayup menhilang, saya terhenyak dan kembali ke
kantor dengan seribuperasaan. Tuhan …. hari ini saya belajar dari
dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta
membuat saya trenyuh dan terharu, mereka berbalut baju lusuh tapi
hati dan kemuliaannya sehalus sutra.

Mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak
meminta minta tap dengan berdagang tissue. Dua anak kecil yang bahkan
belum akil balik, memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu
sangat belia.

Saya membandingkan keserakahan kita, yang tak pernah ingin sedikitpun
berkurang rejeki kita meski dalam rejeki itu sebetulnya ada hak atau
milik orang lain….

“Usia memang tidak menjamin kita menjadi bijaksana tapi kitalah yang
memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak”

`YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO`

`ENGKAU HANYA SEMULIA YANG ENGKAU KERJAKAN

*Kisah seorang teman yang semakin membuka cakrawala berpikir dan bersyukur*

fauzi al-anshory

Belum lagi selesai fenomena pembaptisan seorang murtadin dari Mesir oleh Paus. Belum lagi hilang kasus tentang dimuatnya tulisan Allah pada bola Nike. Kin dunia Islam kembali disakiti oleh kaum kafirrin dengan dirilisnya film yang berjudul Fitna. Dari judulnya saja sudah bisa tergambar bahwa film ini memang hanya menyebarkan fitnah saja. Film yang berdurasi lebih kurang 15 menit ini sangat jelas begitu menjelek-jelekkan Islam. Mengaitkan Islam yang identik dengan teroris. Pada awal film ini diputar tragedi penghancuran gedung WTC di Amerika tanggal 11 September 2001 lalu ditampilkan  ayat Al-Qur’an yang seolah-olah Islam melakukan Pembenaran terhadap tragedi itu.  Film produksi Belanda ini sekarang menimbulkan kontroversi.

Kita sebagai orang Islam dan tahu akan peristiwa ini wajib bertindak. Caranya ??? Dengan menghapus film ini dari tempat rilisnya. Film ini sekarang sudah beredar di youtube. Oleh sebab itu mari sama-sama kita hapuskan peredarannya dengan melakukan “flag” terhadap film ini sehingga pihak youtube bisa menghapus film ini. Caranya dengan masuk ke youtube dengan link berikut :

http://uk.youtube.com/watch?v=bCrCsTMokTU

images1.jpg

        Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang dan berliku, penuh onak dan duri lagi (kayak lirik nasyid aja), akhirnya kelar juga kuliah yang selama ini dijalani. Mungkin itulah sedikit yang tergambar di benak para mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliahnya di Universitas Andalas. Penuh perjuangan memang untuk hanya sekedar mengenakan pakaian toga, memindahkan tali topi dari kanan ke kiri. Walaupun jika dipikir-pikir untuk memindahkan tali itu saja perlu perjuangan bertahun-tahun.

        Begitu berat memang rintangan yang harus dihadapi untuk dapat mengenakan pakaian “kebesaran” tersebut. Menjalani perkuliahan yang berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun yang mungkin tentunya sedikit menimbulkan kejenuhan.(eit kuliah jangan sampe bosen, bisa gawat nanti). Praktikum dengan segala macem hantu belaunya. Belum lagi KKN, KP, seminar proposal, seminar hasil dan segala keturunannya.

Menjelang tamat kuliah pun, ada berbagai macam urusan yang harus diselesaikan oleh sang calon wisudawan/wisudawati. Ngurus kesana-ngurus kesini yang bikin nguras tenaga. Administrasi ini-surat itu yang prosesnya “njelimet” dan “menjengkelkan”. Belum lagi pembayaran ini-pembayaran itu yang membuat “brankas” bobol. Huuuh cukup banyak yang harus diselesaikan hanya sekedar tuk mengenakan toga tersebut. Sekali lagi memang butuh pengorbanan, perjuangan yang berarti. Berarti yang membuat kita semakin mengerti bahwa hidup ini memang butuh pengorbanan, perjuangan.

Ini baru hanya sebagian kecil dari perjuangan yang harus dilakukan oleh seorang wisudawan-wisudawati. Perjuangan sesungguhnya sudah menanti begitu toga telah selesai dikenakan. Perjuangan menghadapi proses kehidupan yang selanjutnya. Mengaplikasikan ilmu ditengah-tengah masyarakat dan mengabdikan diri di masyarakat sesuai dengan asas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang didapat ketika di bangku perkuliahan dulu. Menjadi PEMECAH masalah di masyarakat bukan PENAMBAH masalah. Membuktikan bahwa dirinya memang layak disebut sebagai seorang SARJANA. Silahkan buktikan bahwa kita layak menyandang sebutan itu.

Selamat untuk wisudawan-Wisudawati Universitas Andalas yang akan diwisuda 4 April 2008, semoga menjadi insan yang berguna bagi Ummat, bangsa dan keluarga.

Rejim Zionis Israel benar-benar mewujudkan ancamannya akan meng’holocaust’kan warga Ghaza. Hari ini saja, Sabtu (1/3) tentara-tentara Zionis membunuh 32 warga Ghaza, termasuk lima anak-anak.

“Kami benar-benar berada di tengah peperangan, ” kata Abu Alaa, warga kota Jabaliya, utara Ghaza.

“Kami mendengar suara roket-roket ditembakkan dan suara ledakan di mana-mana. Kami tidak bisa keluar rumah. Mereka (tentara Israel) menembak apa saja yang bergerak, ” tutur Abu Alaa pada kantor berita AFP.

Tak ada yang bisa dilakukan warga Ghaza selain berlindung di dalam rumah agar tak menjadi korban serangan brutal tentara-tentara Zionis itu. Dari masjid-masjid, terdengar suara para imam membacakan ayat-ayat suci al-Quran.

Kepala bantuan medis darurat di Ghaza, Dokter Muawiya Hassanein mengungkapkan, warga Ghaza yang gugur kebanyakan karena terkena serangan roket-roket yang dijatuhkan dari pesawat-pesawat tempur Israel di dalam dan di luar kota Jabaliya.

Menurut keterangan petugas medis, di antara para korban sedikitnya ada empat anak-anak dan tiga perempuan. Seorang ibu, dilaporkan meinggal dunia akibat tembakan tentara Zionis, ketika ia sedang menyiapkan sarapan buat anak-anaknya. Dua orang adik kakak, laki-laki dan perempuan berusia 11 tahun dan 12 tahun tewas terkena pecahan roket ketika masih tertidur.

Tiga pejuang Hamas dan satu orang pejuang Jihad Islam juga dilaporkan gugur dalam serangan Zionis ke kamp pengungsi Jabaliya, hari Sabtu dinihari. Selain mereka yang gugur, sedikitnya 200 warga Palestina lainnya mengalami luka-luka.

Sementara militer Israel mengklaim dua tentaranya tewas dan lima lainnya luka-luka ringan dalam pertempuran dengan pejuang Palestina di utara Ghaza.

Serangan ke kamp pengungsi Jabaliya, bersaman dengan aksi massa ribuan warga Palestina di Kota Ghaza yang memprotes agresi Israel tanpa pandang bulu. “Mereka telah membunuh hak saya untuk menikmati masa kanak-kanak”, demikian bunyi spanduk yang diusung seorang anak Ghaza yang ikut berunjuk rasa.

“Kami tidak akan pernah mengakui Israel, meski Israel membunuh semua pemimpin-pemimpin kami dan semua anak-anak kami, ” tandas Khalil al-Hayyah, salah seorang pemimpin Hamas yang puteranya juga menjadi korban serangan Israel.eramuslim

AKANKAH DUNIA TERUS MEMBISU ????

Jemaat Gereja Kebangkitan di Jerusalem Sabtu kemarin (13/2) menggelar aksi duduk damai di halaman depan gereja tersebut untuk menunjukkan solidaritas dan rasa kesetiakawanan mereka terhadap warga Gaza yang selama berbulan-bulan hidup bagaikan di neraka karena dikepung dan diembargo oleh tentara Zionis-Israel.

Dalam doanya yang dipimpin oleh Uskup Gereja Ortodoks Roma, Attallah Hana, mereka mengharapkan agar warga Gaza diberi ketabahan, kekuatan, dan pengharapan akan kehidupan yang lebih baik. Mereka juga mendoakan agar tentara Zionis-Israel segera mengakhiri aksi terorisme atas warga Gaza yang tidak bersalah.

“Kita duduk di sini, di Jerusalem, untuk menunjukkan kepada Zionis-Israel bahwa kita memihak kemanusiaan, bukan memihak iblis. Kita mendukung penuh warga Gaza yang selama ini terus dikepung oleh penjajah Israel. Kita tunjukkan solidaritas kita terhadap warga Gaza yang berbulan-bulan hidup bagaikan di dalam segala kesempitan akibat penindasan Zionis. Kita serukan agar Israel segera mengakhiri tindakannya yang tidak berperi-kemanusiaan ini!” tegas Uskup Hana.

Uskup Hana di depan jemaatnya juga menyatakan jika bangsa Palestina harus merdeka dari segala bentuk penjajahan. “Gaza merupakan sebuah penjara yang sangat besar. Israel telah menjadikan warga Gaza, saudara-saudara kita sebagai pesakitan. Kondisi ini tentu harus segera diakhiri! Kami menyerukan kepada semua orang di dunia ini yang masih memiliki nurani, masih memiliki rasa kemanusiaan, untuk menengok kondisi saudara-saudara kita di Gaza. Segera tolong mereka dengan apa yang kita miliki!”(rizki/MNA)

mereka aja peduli dengan saudara kita, seharusnya kita juga lebih peduli >>

Alkisah disebuah dusun yang terpencil, tinggallah seorang pemuda yang ingin pergi mengembara ke negeri orang untuk mengubah nasibnya. Menjelang keberangkatan, muncul dihatinya perasaan takut, cemas dan ragu. Untuk memantapkan tekadnya, pergilah sang pemuda ini menghadap sesepuh marga atau penitua didusun untuk meminta petunjuk, memohon restu, sekaligus berpamitan. Mendengar niat pemuda ini, sang sesepuh dengan gembira berkata: “Anakku, rahasia kehidupan ini hanya terdiri dari enam kata. Dan hari ini aku berikan setengahnya dulu sebagai bekal kepergianmu. “Lalu sang sesepuh menuliskan tiga kata, yaitu JANGAN TAKUT! Dont be afraid!

Waktu terus berjalan. Tak terasa 30 tahun telah berlalu. Berbagai macam suka dan duka telah dijalani sang pemuda tadi. Dengan modal kata bijak “JANGAN TAKUT”segala peluang dan tantangan  dihadapinya dengan keyakinan dan penuh keberanian. Akhirnya, ia berhasil mengubah nasibnya. Pemuda itu kini telah menjadi pemuda yang sukses serta terpandang di negeri itu.

Namun dalam segala keberhasilannya ia merasa ada sesuatu yang kurang sempurna dan ia menyesal mengapa tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut. Ia berusaha keras mencari tahu apa penyebabnya, tetapi pikirannya justru bertambah kacau dan tidal terarah. Saat dalam kegamangan itu ia teringat dengan sang sesepuh yang telah memberikannya tiga kata bijak. “Bukankah beliau masih menyimpan tiga kata bijak lagi yang dijanjikan akan diberikannya pada ku. “Gumamnya

Maka ia pun memutuskan pulang kembali ke desanya dahulu untuk menemui sang sesepuh meminta sisa tiga kata yang dijanjikan. Sayangnya sesampai di desa, sang sesepuh ternyata sudah meninggal. Tetapi sepucuk surat wasiat ditinggalkan untuknya. Rupanya sang sesepuh sudah memperkirakan bahwa kelak suatu hari pemuda itu akan kembali. Secepatnya dibukalah surat wasiat itu, dan didalamnya berisi tiga pesan : JANGAN PERNAH MENYESAL!NO REGRET!

Begitu selesai membaca kata-kata itu, secara spontan perasaan menyesal yang membebaninya selama ini langsung hilang, perasaannya menjadi ringan, plong, dan gembira.

Sungguh berbobot tiga kata bijak tadi. Jangan takut dan jangan pernah menyesal. Tidak terkecuali, kita semua juga membutuhkan tiga kata bijak tadi. Jika inginmenciptakan kehidupan yang lebih baik, mau mengubah harapan menjadi kenyataan, pasti, kita membutuhkan tiga kata bijak pertama, JANGAN TAKUT. Kata bijak ini mengandung motivasi yang dapat melahirkan keberanian untuk bertindak, Jangan takut menentukan cita-cita yang tinggi, jangan takut mencoba memulai, jangan takut mengemban tanggung jawab yang lebih besar.

Namun ada kalanya hasil perjuangan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Hambatan demi hambatan seolah memang diciptakan untuk menghadang kita. Perjuangan pun bisa gagal total. Ini bisa membuat kita merasa diliputi ketidakpuasan, kecewa, penyesalan,. Pada titik ini, tiga kata bijak berikutnya, JANGAN PERNAH MENYESAL bisa menjadi kunci kebangkitan kita. Buang jauh-jauh pikiran negatif. Penyesalan tidak akan dapat mengubah apapun, malah hanya membebani dan menghambat langkah kita ke depan.

Mampu menerima hasil perjuang apa adanya adalah bijak sana, tetapi mau tetap bangkit dengan apa adanya kita hari ini adalah LUAR BIASA!!!Selama kita telah berjuang memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki, apapun hasilnya, sukses atau gagal, yang pasti semangat perjuangan itu telah memiliki nilai kesuksesan tersendiri!JANGAN TAKUT DAN JANGAN PERNAH MENYESAL!

by : Andrie Wongso-Fauzi Al-anshory

Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : “Ya Aisyah jangan engkau tidur
sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur’an,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3. Sebelum para muslim meridloi kamu,
4. Sebelum kaulaksanakan haji dan umroh….

“Bertanya Aisyah :
“Ya Rasulullah.. .. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara
seketika?”
Rasul tersenyum dan bersabda : “Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas
tigakali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur’an.

Bismillaahirrohmaan irrohiim,
Qulhualloohu ahad’ Alloohushshomad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul
lahuu kufuwan ahad’ ( 3 x )

Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua
akan memberi syafaat di hari kiamat.
Bismillaahirrohmaan irrohiim, Alloohumma shollii ‘alaa syaidinaa
Muhammad wa’alaa aalii syaidinaa Muhammad ( 3 x )

Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredloi kamu.
Astaghfirulloohal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum
wa atuubu ilaih ( 3 x )

Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka
seakan-akankamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh”
Bismillaahirrohmaan irrohiim, Subhanalloohi Walhamdulillaahi walaailaaha
illalloohu alloohu akbar(3 x )

Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang
yang mengajarnya meskipun dia sudah mati.

SEMINAR DAN WORKSHOP

OPEN SOURCE LINUX DAN PC CLONNING 

TERSELENGGARA ATAS KERJA SAMA

FORUM STUDI ISLAM TEKNIK

Universitas Andalas 

&

BEASTUDI ETOS PADANG

Dompet Dhuafa Republika

 

Sabtu, 16 Februari 2008, Ruang Seminar Gedung E 2.1

 

Sesi 1 : Seminar Open Source Linux by Yanmarshus Bachtiar (KPLI Bogor, Pemilik Situs www.daunsalam.net)

Sesi 2 : Workshop Pembuatan PC Clonning by Tim Millenium Computer Padang

CP : Fauzi (081363967968), Adrian Fethriska (085274341357) , Zulwelly (081374167561)

« Previous PageNext Page »