Tak lama lagi negara Indonesia tercinta akan memperingati 1 ABAD kebangkitan nasionalnya. Kebangkitan yang diartikan sebagai sebuah gerakan dan pergerakan dari sebuah keadaan jatuh dan terpuruk menuju ke arah yang lebih baik atau bangkit dari jatuh. Bulan Mei ini hari Kebangkitan Nasional itu akan diperingati. Tepatnya tanggal 20 Mei 2008 usia kebangkitan nasional itu akan masuk 100 tahun. Seratus tahun memang bukan usia yang singkat, umur yang panjang telah dijalaninya. Namun dari usianya yang panjang tersebut sudah berapa kali “Kebangkitan Nasional” memberikan ruang kebangkitan bagi kehidupan rakyat Indonesia. Apakah dengan adanya momentum kebangkitan nasional berpengaruh pada kesejahteraan rakyat. Memang dalam hidup kita tidak boleh pesimis, harapan-harapan akan nafas-nafas kehidupan masih ada ketika kita mau berusaha. Seperti slogan sebuah partai yang saat ini sangat dielu-elukan yang berbunyi “Harapan itu Masih Ada“. Ya setidaknya memang harapan hidup dan “nyawa” Indonesia masih ada ketika rakyatnya hidup sejahtera, tidak ada lagi busung lapar, kurang gizi, rakyat yang tidak makan, pejabat yang korupsi, pergaulan bebas yang tak terkendali dan “penyakit akut” lainnya. Ya harapan itu masih ada ketika itu semua terlaksana. Momentum kebangkitan nasional yan akan dijelang oleh bangsa ini yang akan menjawab itu semua. Apakah “Kebangkitan Nasional” hanya sekedar seremonial yang tak “juntrung” hasilnya ataukah “kebangkitan nasional” benar-benar sebuah momen perbaikan taraf hidup rakyat. Sejarah dan waktu sajalah yang akan menjawab itu semua.
18 Mei 2008
Jelang Penutupan yang lama dan Pembukaan yang baru.
25 February 2009 at 4:31 pm
harapan itu masih ada, bisa….!!